Berita

41 Persen Orang Dewasa Mengalami Dehidrasi akibat Sering Lupa Minum

3 Menit BacaPenulis: Devi Pattricia
Bagikan
WhatsAppFacebookX (Twitter)
41 Persen Orang Dewasa Mengalami Dehidrasi akibat Sering Lupa Minum
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah aktivitas yang padat, kebutuhan tubuh akan cairan kerap terabaikan. Tidak sedikit orang yang menunda minum dengan alasan sibuk bekerja, sedang berkegiatan, atau sekadar lupa.

Kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata dapat berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Oleh karenanya, sangat penting untuk menjaga asupan cairan setiap hari demi mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga kemampuan berkonsentrasi.

Jangan menunggu haus untuk mulai minum

Head of RTD Beverage WINGS Food, Joshua Gunawan mengatakan, masih banyak masyarakat yang menjadikan rasa haus sebagai patokan untuk minum. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu mencerminkan kebutuhan cairan tubuh yang sebenarnya.

“Hidrasi tubuh ini sering itu suka dilupakan, karena orang biasa menunggu haus dulu. Padahal kalau sudah merasa haus, itu tandanya tubuh sudah dehidrasi yang sedang,” ungkap Joshua dalam Media Gathering Hari Hidrasi Nasional AQUVIVA, di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Menurut dia, tubuh sebenarnya sudah memberikan berbagai sinyal sebelum rasa haus muncul. Karena itu, menunggu haus untuk mulai minum bukanlah kebiasaan yang ideal jika ingin menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Joshua menilai, kebiasaan menunda minum masih sering dilakukan oleh banyak orang. Padahal, kurangnya asupan cairan dapat terjadi secara bertahap tanpa disadari.

“Akhirnya banyak yang menunda-nunda untuk minum, padahal hal ini enggak boleh dibiasakan. Ketika tubuh belum merasa haus, itu bisa jadi tanda dehidrasi ringan juga,” ujarnya.

Gaya hidup modern yang serba cepat turut berperan dalam membuat seseorang mengabaikan kebutuhan cairan hariannya.

“Kesibukan dan kebiasaan bilang 'Nanti saja' ini yang membuat banyak orang untuk lupa minum dan tidak mencukupi asupan cairan setiap harinya,” kata Joshua.

Dehidrasi masih banyak dialami orang dewasa

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut Hafiah, Sp.GK mengungkapkan, dehidrasi masih menjadi masalah yang cukup umum terjadi pada masyarakat, termasuk pada orang dewasa yang tampak sehat dan aktif.

“Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ada sekitar 41 persen wanita maupun pria dewasa yang mengalami dehidrasi, salah satunya karena sering lupa minum,” ujar dr. Cut.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kekurangan cairan tidak hanya terjadi pada mereka yang melakukan aktivitas fisik berat atau berolahraga dalam waktu lama.  

Dalam kehidupan sehari-hari, risiko dehidrasi juga dapat muncul akibat kebiasaan sederhana seperti lupa minum atau menunda mengonsumsi air. 

Lebih jauh dr. Cut, kebutuhan cairan tetap harus dipenuhi meskipun seseorang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah. Anggapan bahwa tubuh tidak memerlukan banyak cairan ketika tidak berkeringat atau tidak berolahraga dinilai kurang tepat. 

“Bahkan jika hanya beraktivitas di rumah saja, butuh juga butuh cairan meskipun aktivitasnya tidak berat, seperti bekerja di kantor atau olahraga,” jelasnya. 

Hidrasi berperan penting bagi kinerja tubuh dan otak 

Kecukupan cairan memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar menghilangkan rasa haus. Air dibutuhkan oleh hampir seluruh sistem tubuh untuk menjalankan fungsinya secara optimal. 

Proses metabolisme, kesehatan saluran cerna, hingga kondisi kulit sangat bergantung pada kecukupan cairan. 

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan air yang memadai, berbagai fungsi tersebut dapat terganggu.

“Metabolisme tubuh, saluran cerna, hingga kulit itu butuh hidrasi. Kecukupan cairan dalam tubuh juga sangat dibutuhkan untuk menunjang otak untuk berpikir dan lebih fokus,” pungkas dr. Cut. 

Langkah sederhana seperti menyediakan air minum di meja kerja, membawa air minum saat beraktivitas, atau membuat pengingat minum dapat membantu mencegah dehidrasi yang sering kali tidak disadari.



*** Source: https://lifestyle.kompas.com/read/2026/06/25/100500420/41-persen-orang-dewasa-mengalami-dehidrasi-akibat-sering-lupa-minum