Artikel

Kulit Kering karena Kurang Minum? Kenali Bahayanya dan Cara Mencegahnya!

5 Menit Baca
Bagikan
WhatsAppFacebookX (Twitter)
Kulit Kering karena Kurang Minum? Kenali Bahayanya dan Cara Mencegahnya!

Masalah kesehatan kulit kerap dianggap sebagai hal sepele, terutama jika tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Salah satu masalah yang sering dialami banyak orang tetapi cenderung diremehkan adalah kulit kering akibat dehidrasi. Padahal, kondisi kulit kering bersisik tersebut bisa menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak ditangani secara intensif.

Itulah sebabnya Anda patut mengetahui penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi kulit kering supaya dapat mengantisipasi bahayanya dengan sigap.

Benarkah Kurang Minum Bisa Menjadi Penyebab Kulit Kering?

Air merupakan komponen penting untuk mendukung kesehatan kulit [ 1 ] . Asupan air yang cukup membuat kelembapan kulit terjaga dan lapisan pelindung kulit ( skin barrier ) pun jadi lebih kuat. Kondisi ideal ini membuat kulit menjadi sehat, lembap, dan elastisitasnya terjaga.

Sebaliknya, lapisan epidermis kulit yang kekurangan air membuat kulit mengalami dehidrasi sehingga fungsinya tidak optimal. Gangguan kesehatan inilah yang dikenal masyarakat awam dengan istilah kulit kering.

Selain kurang minum, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga kulit menjadi kering, yaitu:

  • Berkeringat berlebihan, misalnya saat berolahraga dengan durasi panjang dan intensitas tinggi.
  • Kehilangan cairan tubuh dalam waktu singkat akibat diare atau muntah terus-menerus.
  • Terpapar sinar matahari terlalu lama ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Terlalu lama berada di ruangan ber-AC sehingga udara kering dalam ruangan tersebut menyebabkan kelembapan alami kulit lebih cepat hilang.
  • Terlalu sering buang air kecil akibat penyakit tertentu, seperti diabetes atau demam.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang memicu peningkatan produksi urine (bersifat diuretik).
  • Paparan zat kimia tertentu yang mengganggu kelembapan pada lapisan pelindung kulit, contohnya penggunaan larutan pewarna batik [ 2 ] .

Ciri-Ciri Kulit Kering yang Patut Diwaspadai

Beberapa gejala yang muncul jika kulit kering karena kurang minum atau faktor pemicu dehidrasi lainnya adalah sebagai berikut [ 3 ] :

  • Kulit terasa gatal.
  • Tekstur kulit berubah menjadi kasar, bahkan hingga bersisik dan mengelupas.
  • Warna kulit kelihatan kusam karena terkesan lebih gelap dari aslinya.
  • Timbul garis-garis halus pada permukaan kulit.
  • Muncul noda hitam di wajah, seperti bawah kelopak mata dan sekitar hidung.
  • Kulit rentan mengalami peradangan dan iritasi karena lapisan pelindungnya tidak berfungsi optimal.

Masalah Kesehatan yang Timbul bila Kulit Kering Terjadi Berkepanjangan

Dehidrasi sebagai penyebab kulit kering yang tidak segera ditangani dapat memicu beberapa masalah kesehatan berikut ini:

1. Tingkat Elastisitas Kulit Menurun

Elastisitas kulit (disebut juga skin turgor ) adalah kemampuan kulit untuk berubah bentuk kemudian kembali lagi ke bentuk normal [ 4 ] . Tenaga kesehatan biasanya memeriksa kondisi elastisitas kulit menggunakan dua jari selama beberapa detik untuk menarik bagian kulit tertentu, misalnya lengan bawah atau perut.

Tingkat elastisitas yang menurun akibat dehidrasi menyebabkan kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke bentuk normal. Kondisi ini umumnya terjadi jika tubuh telah mengalami dehidrasi parah, yaitu kehilangan sekitar 15% dari total cairan tubuh.

2. Kemunculan Rasa Gatal yang Mengganggu

Masalah kesehatan lain yang dapat timbul akibat kulit kering adalah rasa gatal yang memicu keinginan untuk menggaruk kulit (pruritus). Sebuah penelitian kesehatan terhadap kaum lansia menunjukkan bahwa kulit yang terhidrasi dengan baik dapat menurunkan risiko pruritus [ 5 ] .

Dalam jangka pendek, kebiasaan menggaruk kulit dapat menyebabkan iritasi sehingga lapisan kulit rusak dan risiko infeksi meningkat. Sementara itu, dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menimbulkan frustrasi, kecemasan berlebihan, hingga gangguan tidur (insomnia).

3. Tanda Penuaan Kulit Timbul Lebih Cepat

Kekurangan asupan air membuat lapisan pelindung kulit melemah sehingga elastisitas kulit menurun. Akibatnya, garis-garis halus pada permukaan kulit tampak semakin jelas, kulit terlihat kusam, dan regenerasi sel kulit tidak berlangsung optimal. Kondisi inilah yang menyebabkan kulit kering mengalami tanda-tanda penuaan lebih cepat dibandingkan kulit yang terhidrasi dengan baik.

Mari Mengatasi Kulit Kering dengan Menjalani Kebiasaan Minum yang Baik

Anda tidak perlu panik ketika mulai merasakan ciri-ciri kulit kering. Kondisi ini dapat diatasi dengan memastikan tubuh terhidrasi secara optimal agar kesehatan kulit kembali terjaga. Berikut beberapa kebiasaan minum yang dapat membantu mengatasi kulit kering:

1. Bawa Air Mineral selama Beraktivitas

Tubuh membutuhkan asupan air yang cukup setiap hari agar terhindar dari dehidrasi yang dapat memicu kulit kering dan gangguan kesehatan lainnya. Untuk mengurangi risiko lupa minum akibat aktivitas yang padat, biasakan membawa air mineral saat beraktivitas.

2. Prioritaskan Air Mineral Berkualitas dengan Kemasan Praktis

Jika Anda membutuhkan air mineral alami dengan kemurnian optimal dan kemasan praktis, AQUVIVA dapat menjadi pilihan. AQUVIVA tersedia dalam kemasan 700 ml yang berisi 100 ml lebih banyak, sehingga membantu memenuhi kebutuhan cairan harian tubuh.

Melalui Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi, AQUVIVA menghadirkan air mineral dengan kemurnian optimal dan mineral seimbang. Selain itu, tersedia pula AQUVIVA kemasan 1,6 L untuk berbagi serta kemasan 250 ml yang praktis dibawa ke mana saja.

3. Minum Air Lebih Banyak pada Situasi Tertentu

Kebutuhan asupan air setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, kondisi lingkungan, pola makan, serta kondisi kesehatan. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan asupan air pada situasi tertentu, misalnya saat beraktivitas fisik berat, berada di luar ruangan saat cuaca panas, atau dalam masa hamil dan menyusui.

4. Pasang Aplikasi Pengingat

Bagi Anda yang sering lupa minum, penggunaan aplikasi pengingat di smartphone dapat membantu. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan antara lain Water Tracker – Water Reminder, Drink Water Reminder, dan Daily Water Tracker & Reminder. Aplikasi tersebut dapat diatur sesuai waktu dan ukuran wadah minum untuk membantu Anda mencukupi kebutuhan cairan secara teratur.

Upaya memenuhi kebutuhan cairan tubuh secara konsisten akan membantu Anda terhindar dari risiko kulit kering. Air mineral AQUVIVA siap membantu menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari dengan kemurnian optimal. Jangan lewatkan pula kesempatan mendapatkan hadiah menarik melalui Program Kejutan Tutup Botol AQUVIVA yang berlangsung hingga 31 Desember 2025.

Nikmati kesejukan air mineral AQUVIVA dan raih kesempatan memenangkan berbagai hadiah istimewa, mulai dari mobil Toyota Fortuner, mobil listrik Wuling Air EV, iPhone, emas logam mulia (LM), hingga uang tunai bernilai miliaran rupiah. Mari rasakan kesejukan AQUVIVA dan temukan kejutan menarik di balik tutup botolnya.

Referensi

Medical News Today (2021) PubMed (2022) Healthline (2018) MedlinePlus (2024) Malahayati Health Student Journal (2024)