
Kopi merupakan salah satu minuman populer yang sangat digemari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Beragam olahan mulai dari produk Ready To Drink (RTD), kopi instan sachet, hingga kopi kafe senantiasa laris manis di kalangan para penikmatnya. Kendati demikian, kecintaan masyarakat tanah air terhadap kopi masih dibayang-bayangi anggapan bahwa efek kopi bagi tubuh rentan menyebabkan dehidrasi.
Pengaruh Kafein dalam Kopi terhadap Keseimbangan Cairan Tubuh
Kafein yang terkandung dalam kopi merupakan senyawa stimulan alami bersifat diuretik. Sifat tersebut membuat kafein dapat menstimulasi ginjal untuk menghasilkan dan mengeluarkan lebih banyak urine dari tubuh [1]. Sejumlah penelitian kesehatan menyatakan bahwa kadar cairan dalam minuman berkafein terbilang cukup untuk menyeimbangkan efek diuretik yang dihasilkan.
Pada umumnya, minuman kopi terdiri dari 95% air sehingga efek diuretiknya sangat rendah untuk memicu dehidrasi [2]. Orang-orang yang terbiasa minum kopi akan merasakan efek diuretik lebih rendah karena tubuhnya telah beradaptasi secara alami dengan asupan kafein seiring berjalannya waktu.
Walaupun tergolong aman bagi keseimbangan cairan tubuh, konsumsi kopi per hari harus tetap berada dalam batas aman. Karena sesungguhnya bukan kebiasaan minum kopi yang meningkatkan risiko dehidrasi, melainkan kelebihan asupan kafein. Dampak buruk berupa dehidrasi akibat kafein bukan hanya berasal dari kopi, tetapi juga dari bahan berkafein lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.
Batas Aman Konsumsi Kafein yang Dianjurkan bagi Tubuh
U.S. Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan konsumsi kafein tidak lebih dari 400 mg per hari untuk orang dewasa atau setara dengan 3 hingga 4 cangkir kopi [2]. Sementara itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari untuk menghindari risiko gangguan kesehatan janin. Konsumsi kafein berlebihan bukan sekadar memicu peningkatan frekuensi buang air kecil berujung dehidrasi, melainkan juga risiko lainnya seperti kecemasan berlebihan, susah tidur (insomnia), gangguan pencernaan (diare), dan kecanduan [3].
Tips Menjaga Hidrasi Tubuh Harian bagi Para Pencinta Kopi
Hobi minum kopi tidak membuat Anda rentan dehidrasi atau mengalami gangguan kesehatan lainnya asalkan memerhatikan beberapa hal penting berikut ini [4]:
- Batasi Asupan Kafein dari Kopi Sesuai Anjuran
- Amati Respons Tubuh setelah Minum Kopi
Setiap orang mempunyai toleransi berbeda-beda terhadap asupan kafein yang masuk ke tubuh. Kecenderungan itulah yang membuat Anda harus lebih peka mengamati respons tubuh setelah minum kopi. Kalau Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti frekuensi buang air kecil meningkat, sering haus, dan kurang fokus pasca mengonsumsi kopi, maka sebaiknya Anda lekas mengurangi asupan kafein harian agar hidrasi tubuh terjaga.
- Hentikan Konsumsi Kopi Menjelang Sore Hari
Minum kopi menjelang sore atau malam hari membuat efek diuretik dari kafein di dalamnya mulai terasa pada larut malam, bahkan ketika Anda tidur. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan dehidrasi karena konsumsi air mineral cenderung berkurang drastis ketika tidur sehingga cairan tubuh yang keluar dalam jumlah banyak lewat urine tidak tergantikan. Tak perlu terlalu khawatir karena efek kopi bagi tubuh ini bisa diantisipasi dengan berhenti minum kopi maksimal jam 2 siang.
- Biasakan untuk Minum Air Mineral Sebelum dan Sesudah Minum Kopi
Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa dibangun secara konsisten agar tubuh selalu terhidrasi adalah konsumsi air mineral sejuk sebelum dan sesudah minum kopi. Langkah kecil ini memberikan manfaat besar karena asupan cairan harian tubuh senantiasa tercukupi untuk menanggulangi efek diuretik dari kafein dalam kopi. Apalagi kini ada AQUVIVA, air mineral sejuk dari Wings Food yang telah melalui Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi. Kebaikan air mineral sejuk tersebut siap memberikan mineral seimbang bagi tubuh dengan kemurnian optimal yang berikan kesejukan pada setiap teguk.
- Siapkan Air Mineral Kemasan Praktis
Kelalaian memenuhi kebutuhan cairan harian sering terjadi karena sebagian orang lupa atau merasa kurang praktis membawa air minum saat beraktivitas. Untuk membantu mengatasi hal tersebut, AQUVIVA hadir dalam berbagai ukuran dengan desain botol yang kokoh dan isi lebih banyak sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.
AQUVIVA tersedia dalam tiga pilihan ukuran, yaitu 250 ml, 700 ml, dan 1,6 L. Salah satu pilihannya, yaitu kemasan 700 ml, hadir dengan isi yang lebih banyak sehingga membantu memenuhi kebutuhan hidrasi harian dengan lebih praktis. Berangkat dari kemudahan tersebut, AQUVIVA memperkenalkan konsep hidrasi 3-2-1. Konsep sederhana ini mengajak Anda mengonsumsi 3 botol AQUVIVA 700 ml yang setara dengan 2 liter air mineral untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama 1 hari penuh, termasuk saat menikmati secangkir kopi.
Kini, Anda tentu tak resah lagi memikirkan efek kopi bagi tubuh yang memicu risiko dehidrasi. Lanjutkan hobi minum kopi secara leluasa sambil tetap memenuhi kebutuhan cairan harian tubuh dengan dukungan AQUVIVA.
Referensi:
Benarkah Minum Kopi Bikin Dehidrasi? Ini Faktanya untuk Para Coffee Lovers

