Artikel

Fakta atau Mitos: Benarkah Tubuh Butuh 2 Liter Air Sehari? Ini Penjelasannya

5 Menit Baca
Bagikan
WhatsAppFacebookX (Twitter)
Fakta atau Mitos: Benarkah Tubuh Butuh 2 Liter Air Sehari? Ini Penjelasannya

Edukasi tentang pentingnya memenuhi kebutuhan air harian kini semakin banyak diketahui khalayak ramai. Upaya memenuhi asupan cairan dilakukan demi mendapatkan sejumlah manfaat hidrasi tubuh secara maksimal. Di sisi lain, ada satu hal esensial yang diyakini banyak orang tanpa mencari tahu fakta lebih lanjut, yaitu anggapan bahwa setiap orang dewasa pasti butuh 2 liter air per hari. Bagaimana kebenaran dibalik informasi populer tersebut?

Berapa Jumlah Asupan Air yang Dibutuhkan Tubuh Setiap Hari?

Asupan air sebanyak 2 liter air per hari adalah jumlah rata-rata yang harus dipenuhi untuk mendukung kebutuhan cairan tubuh. Namun, ada sejumlah faktor lain yang memengaruhi jumlah hidrasi bagi masing-masing individu [1]. Dengan kata lain, bisa saja kebutuhan cairan bagi setiap orang melebihi 2 liter air karena disesuaikan dengan kondisi fisik, aktivitas, serta beragam faktor eksternal lainnya.

Berbagai Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Air Harian Bagi Tubuh

Kebutuhan air harian berbeda bagi setiap orang karena dipengaruhi beberapa faktor berikut ini [1]:

  • Berat badan: Semakin berat bobot tubuh seseorang, maka semakin banyak jumlah air yang dibutuhkan. Hal ini terjadi karena peningkatan berat badan diiringi dengan peningkatan jumlah lemak, massa otot, dan fungsi organ sehingga tubuh butuh lebih banyak air supaya metabolisme berlangsung optimal. 
  • Cuaca: cuaca panas membuat tubuh lebih sering berkeringat sehingga jumlah asupan air yang dibutuhkan cenderung lebih banyak dibandingkan saat cuaca dingin. Menambah jumlah asupan air ketika beraktivitas di tengah cuaca panas sangat krusial untuk mengurangi risiko dehidrasi.
  • Riwayat medis: kondisi kesehatan seseorang juga turut menjadi faktor penentu jumlah asupan air yang dibutuhkan. Contohnya, orang yang sedang diare butuh asupan air lebih banyak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Sebaliknya, orang dengan penyakit tertentu seperti penurunan fungsi ginjal dan gagal jantung justru diwajibkan untuk membatasi asupan air setiap hari.
  • Jenis kelamin: pada umumnya, pria butuh lebih banyak asupan air daripada wanita karena massa ototnya lebih besar dan aktivitas fisiknya cenderung lebih banyak.
  • Aktivitas fisik: semakin tinggi intensitas aktivitas fisik yang dilakukan, maka semakin banyak pula asupan air mineral yang dibutuhkan tubuh. Contohnya, orang yang rutin berolahraga dengan intensitas tinggi atau aktif bergerak ketika bekerja di luar ruangan membutuhkan air dalam jumlah lebih banyak daripada orang yang pekerjaannya minim gerak.
  • Masa kehamilan dan menyusui: keadaan khusus yang membuat kaum wanita membutuhkan asupan air lebih banyak adalah masa hamil dan menyusui. Wanita hamil butuh asupan air lebih banyak untuk mendukung tumbuh kembang janin. Hal serupa juga terjadi pada wanita yang sedang dalam fase menyusui karena asupan air penting untuk mendukung produksi ASI.
Cara Menghitung Kebutuhan Cairan berdasarkan Berat Badan dan Aktivitas

1. Proses Menghitung Kebutuhan Air bagi Tubuh berdasarkan Berat Badan

Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (Kemenkes Ditjen Keslan) merumuskan kebutuhan cairan per hari berdasarkan berat badan dengan rincian sebagai berikut [2]:

10 kg pertama: Kebutuhan air per hari: 100 ml/kg.

10 kg kedua: Kebutuhan air per hari: 50 ml/kg.

10 kg selanjutnya: Kebutuhan air per hari: 20 ml/kg.

Contoh kasus: Seseorang dengan berat badan 70 kg membutuhkan asupan air dengan jumlah sebagai berikut:
Kebutuhan air per hari: 
= (100 ml/kg x 10 kg) + (50 ml/kg x 10 kg) + (20 ml/kg x 10 kg) + (20 ml/kg x 10 kg) + (20 ml/kg x 10 kg) + (20 ml/kg x 10 kg) + (20 ml/kg x 10 kg).
=  2.500 ml atau 2,5 L.
Selain dari asupan air mineral minimal 2 liter, kebutuhan cairan per hari bagi tubuh bisa ditambahkan dari buah-buahan yang mengandung banyak air.

2. Penyesuaian Tambahan Asupan Air berdasarkan Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik ternyata sangat berpengaruh terhadap kebutuhan air harian bagi tubuh. Ketika Anda melakukan aktivitas fisik intensif, maka tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat sehingga butuh tambahan asupan cairan untuk menggantikannya. Semakin lama durasi aktivitas fisik yang dilakukan, maka semakin banyak tambahan asupan air yang dibutuhkan tubuh.

Rekomendasi tambahan asupan air berdasarkan aktivitas fisik adalah sebagai berikut [3]:

  • Aktivitas fisik intensitas sedang (olahraga ringan 3 hingga 5 kali seminggu): butuh tambahan asupan air sebanyak 300 ml hingga 500 ml per hari dari kebutuhan total dasar harian.
  • Aktivitas fisik intensitas tinggi (latihan intensif durasi tinggi atau angkat beban): butuh tambahan asupan air sebanyak 500 ml hingga 1 L tergantung durasi dan intensitas latihan.
Penuhi Hidrasi Harian Tubuh Secara Praktis dengan Dukungan AQUVIVA

Cara memenuhi kebutuhan air harian bagi tubuh sekarang bisa dilakukan secara praktis dengan dukungan AQUVIVA. Produk WINGS Food ini merupakan air mineral pertama di Indonesia yang telah melalui 7 Tahap Nano Purifikasi yang menghasilkan kemurnian optimal dengan mineral seimbang yang baik untuk tubuh. AQUVIVA juga istimewa dengan kemasannya lebih besar, desain botol kokoh dan modern, serta rasa sejuk di setiap teguk. Ada 3 pilihan ukuran air mineral sejuk AQUVIVA yang bebas dipilih sesuai kebutuhan, yaitu 250 ml, 700 ml, dan 1,6 L. 

Lengkapi rutinitas sehari-hari dengan panduan hidrasi 3-2-1 AQUVIVA untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian dengan lebih mudah. Kemasan AQUVIVA 700 ml atau 100 ml lebih banyak membantu Anda lebih praktis memenuhi kebutuhan cairan harian. Cukup konsumsi 3 botol AQUVIVA 700 ml setara 2 liter untuk 1 hari penuh kesejukan. Cara praktis ini membantu memenuhi kebutuhan cairan harian sesuai kebutuhan masing-masing individu sehingga tubuh tetap terhidrasi selama beraktivitas. Risiko dehidrasi tak rentan terjadi bila Anda mengandalkan AQUVIVA sebagai solusi hidrasi tubuh setiap hari.


Referensi:

[1] Mayo Clinic (2026)

[2] Kemenkes Ditjen Keslan (2022)

[3] Mass General Brigham (2025)  

Fakta atau Mitos: Benarkah Tubuh Butuh 2 Liter Air Sehari? Ini Penjelasannya