
Lupa ketika membicarakan atau melakukan sesuatu memang wajar, tetapi bukan berarti hal tersebut tidak perlu diwaspadai. Bisa saja terlalu sering lupa justru merupakan gejala brain fog akibat gangguan kesehatan yang lebih serius. Edukasi tentang apa itu brain fog menjadi hal yang penting untuk dipahami supaya hal tersebut bisa diatasi sejak dini.
Apa Itu Brain Fog? Mari Kenali Sebelum Terlambat!
Brain fog (kabut otak) adalah istilah non-medis untuk menyebut sekumpulan gejala umum yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif [1]. Kata “kabut” dipilih untuk menggambarkan keadaan otak yang terkesan kabur sehingga fungsinya terganggu dalam tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Kondisi ini memengaruhi cara seseorang dalam berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi sehingga rutinitas yang biasa dilakukan terasa lebih sulit.
Kemunculan brain fog biasanya ditandai dengan beberapa gejala sebagai berikut:
- Sulit berkonsentrasi atau memperhatikan sesuatu ketika sedang beraktivitas.
- Susah fokus pada tugas atau aktivitas yang membutuhkan durasi lama.
- Sering lupa atau bingung terhadap banyak hal, misalnya rutinitas, janji kecil, letak barang, dan nama.
- Susah menemukan kata-kata yang tepat untuk menjelaskan suatu hal.
- Kehilangan alur pikiran yang menyebabkan kegagalan dalam melakukan rutinitas.
- Proses berpikir dan bereaksi membutuhkan waktu lebih lama.
- Sulit mengambil keputusan.
- Kelelahan mental ekstrem yang menyebabkan pusing atau sakit kepala.
Beragam Penyebab Brain Fog
Faktanya, brain fog bisa terjadi pada siapa saja karena dipengaruhi beberapa penyebab berikut ini [2]:
1. Pengaruh Gaya Hidup:
- Susah tidur (insomnia) atau tidur kurang nyenyak: suatu penelitian kesehatan menyatakan bahwa orang yang susah tidur atau kualitas tidurnya kurang maksimal lebih rentan mengalami brain fog.
- Kekurangan asupan nutrisi: otak membutuhkan asupan nutrisi optimal setiap hari agar fungsi kognitif senantiasa terjaga. Beberapa jenis nutrisi yang penting untuk kesehatan otak, antara lain protein, vitamin B kompleks dan E, omega 3, zat besi, serta antioksidan.
- Dehidrasi: kekurangan cairan tubuh bisa mengganggu keseimbangan elektrolit dan menyebabkan aliran darah ke otak jadi terhambat.
- Manajemen stres yang kurang efektif: stres yang tidak diatasi dengan cara tepat akan menstimulasi tubuh untuk meningkatkan produksi hormon kortisol hingga menimbulkan dampak buruk terhadap kinerja otak.
- Konsumsi alkohol: alkohol menstimulasi ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak cairan (bersifat diuretik) sehingga memicu dehidrasi yang berujung pada brain fog.
- Penggunaan gadget dengan intensitas tinggi: kebiasaan menggunakan gadget secara berlebihan membuat produksi hormon dopamin meningkat drastis sehingga brain fog tak dapat dihindari.
- Ada beragam penyakit dan kondisi kesehatan khusus yang juga meningkatkan risiko brain fog, seperti perubahan hormon saat hamil atau menopause, sindrom kelelahan kronis, gangguan kesehatan mental (seperti kecemasan berlebihan dan depresi), diabetes dan hipoglikemia, serta penyakit autoimun.
2. Efek Samping Obat-obatan:
Penyebab brain fog juga bisa dipicu efek samping jenis obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat gejala gangguan saluran kemih, antihistamin, dan sejumlah obat tidur yang dijual secara bebas.
Cara Mengatasi Brain Fog
Setelah mengenal apa itu brain fog dan penyebabnya, maka selanjutnya Anda harus lebih cermat mengatasinya dengan melakukan beberapa hal ini [3]:
- Jalani pola hidup sehat secara konsisten: gaya hidup sehat merupakan salah satu cara mengatasi brain fog paling ampuh yang bisa dilakukan semua orang. Mulai sekarang, usahakan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian secara optimal, tidur cukup, mengelola stres secara efektif, membatasi durasi penggunaan gadget, dan menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol.
- Penuhi kebutuhan cairan tubuh di sela-sela aktivitas: dehidrasi adalah salah satu penyebab brain fog yang sering tidak disadari, terutama ketika sibuk beraktivitas seharian atau saat menghadapi cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, Anda harus membiasakan diri untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air mineral sejuk di sela-sela aktivitas.
- Atasi penyakit yang menyebabkan brain fog: kalau brain fog terjadi karena efek samping penyakit tertentu, maka Anda harus lekas berkonsultasi dengan dokter. Bergegaslah mengatasi penyakit tersebut supaya brain fog berangsur-angsur mereda.
- Lakukan aktivitas yang menstimulasi kinerja otak: cara mengatasi brain fog juga bisa diupayakan dengan melakukan berbagai hal lainnya, seperti membuat jadwal untuk mengatur rutinitas, menggunakan alarm pengingat, dan melakukan kegiatan yang memicu otak tetap aktif (berolahraga, belajar memainkan alat musik, belajar bahasa asing, dan lainnya).
AQUVIVA Siap Menunjang Kebutuhan Hidrasi Harian
Jangan biarkan brain fog terjadi berkepanjangan hingga mengganggu produktivitas. Konsumsi air dalam jumlah cukup adalah salah satu cara paling praktis untuk meminimalkan risiko brain fog. Kini, AQUVIVA hadir sebagai solusi untuk memenuhi hidrasi harian tubuh.
Produk WINGS Food ini telah melewati 7 Tahap Nano Purifikasi yang menghasilkan kemurnian optimal dengan mineral seimbang yang baik untuk tubuh. Air mineral AQUVIVA hadir dengan berbagai pilihan ukuran kemasan yang praktis untuk menemani aktivitas kerja, yaitu 250ml, 700ml, dan 1,6L.
Konsumsi 3 botol air mineral AQUVIVA 700 ml setara dengan 2 liter air untuk penuhi hidrasi selama 1 hari yang sarat kesejukan. Mari nikmati kesejukan AQUVIVA di setiap teguk yang selalu siap mendukung produktivitas dan gaya hidup seimbang Anda.
Referensi:
Jangan Sampai 'Brain Fog'! Cara Cerdas Jaga Produktivitas biar Kerja Lebih Sat-Set

