Artikel

Jangan Tunggu Haus! Panduan Minum Air yang Benar saat Berolahraga

5 Menit Baca
Bagikan
WhatsAppFacebookX (Twitter)
Jangan Tunggu Haus! Panduan Minum Air yang Benar saat Berolahraga

Hasil Survei Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 50% masyarakat tanah air rutin melakukan latihan fisik, seperti lari, jalan kaki, yoga dan bersepeda [1]. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif tentang manfaat kebugaran terus berkembang seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, wawasan tentang manfaat dan cara hidrasi saat olahraga tentu penting untuk memenuhi kebutuhan cairan harian sekaligus memaksimalkan performa tubuh saat menjalani latihan fisik.

Mengenal Manfaat Hidrasi saat Olahraga

Konsumsi air mineral sejuk dalam jumlah yang tepat memberikan beberapa manfaat berikut ini bagi siapa pun yang aktif berolahraga [2]:

1. Menjaga Kestabilan Suhu Tubuh

Keseimbangan metabolisme, aktivitas organ digital, dan kinerja enzim sangat bergantung pada kestabilan suhu tubuh. Itulah sebabnya suhu tubuh harus tetap terjaga agar tidak naik drastis saat berolahraga, terutama bila latihan fisik dilakukan dengan intensitas tinggi atau saat cuaca panas. Peningkatan suhu tubuh berlebihan yang berisiko memicu serangan panas (heat stroke) bisa dicegah dengan mengonsumsi air minum praktis untuk olahraga.

2. Memaksimalkan Performa Tubuh saat Berolahraga

Dehidrasi ketika berolahraga dapat mengganggu kinerja otot, peredaran darah, serta pengaturan suhu tubuh sehingga berdampak buruk bagi tubuh. Sejumlah gangguan tersebut membuat performa tubuh saat berolahraga jadi menurun. Oleh karena itu, risiko dehidrasi patut diminimalkan dengan memenuhi hidrasi saat olahraga.

3. Mengurangi Risiko Kram Otot

Kram otot ternyata bukan hanya bisa disebabkan oleh kurangnya pemanasan, melainkan juga dapat dipicu dehidrasi. Asupan air mineral yang cukup sangat penting bagi otot karena 76% bagiannya terdiri dari air. Air akan mendukung kontraksi otot secara normal sehingga risiko kram pun berkurang drastis.

4. Mendukung Fungsi Organ Pencernaan

Organ-organ yang tergabung dalam sistem pencernaan akan mengalami dampak paling besar bila tubuh dehidrasi akibat olahraga, antara lain kerongkongan, lambung, dan usus besar. Dehidrasi sebelum, saat, dan setelah berolahraga rentan menyebabkan sembelit serta berbagai gangguan sistem pencernaan lainnya. Risiko ini terjadi karena sejumlah organ tersebut butuh asupan air yang cukup untuk mencerna zat makanan, menyerap nutrisi, serta menjaga kelancaran peredaran darah.

Mengapa Tubuh Bisa Dehidrasi Tanpa Merasa Haus saat Olahraga?

Hidrasi saat olahraga tak harus baru dilakukan ketika rasa haus muncul. Faktanya, tubuh bisa dehidrasi tanpa harus ketika olahraga karena beberapa faktor berikut ini [3]:

  • Respons haus yang tertunda: tubuh tidak peka mengenali sinyal haus yang dikirimkan otak jika dehidrasi baru terjadi pada tahap ringan. Inilah yang membuat rasa haus saat olahraga baru muncul ketika tubuh kehilangan lebih banyak air.

  • Distraksi fisik ketika berolahraga: sistem saraf pusat lebih berfokus pada aktivitas fisik ketika seseorang berolahraga sehingga aliran darah ke otot menjadi maksimal. Kondisi ini dapat menekan sinyal haus dan lapar di otak sehingga dehidrasi pun terjadi pada tubuh tanpa disadari.

  • Tubuh fokus memproduksi keringat: suhu tubuh yang naik saat berolahraga membuat tubuh jadi fokus memproduksi keringat sebagai upaya pendinginan. Ketika hal ini berlangsung, otak tidak menstimulasi munculnya keinginan minum meskipun tubuh mulai dehidrasi.

Panduan Minum Air yang Benar saat Berolahraga

Proses hidrasi tubuh bisa dilakukan berdasarkan panduan ini untuk memenuhi kebutuhan air selama berolahraga [2]:

1. Rekomendasi asupan air sebelum berolahraga

500-700 ml (setara 2 botol AQUVIVA 250ml hingga satu botol AQUVIVA 700 ml): 4 jam sebelum olahraga.
250-350 ml (setara dengan 1 botol AQUVIVA 250ml hingga setengah botol AQUVIVA 700 ml): 10-15 menit sebelum olahraga.
Selain itu, usahakan menimbang berat badan terlebih dahulu sebelum mulai berolahraga.

2. Rekomendasi asupan air saat berolahraga

Tubuh butuh asupan air sebanyak 100-250 ml (setara dengan ½ hingga 1 gelas) setiap 15 hingga 20 menit durasi olahraga. Jika Anda berkeringat dalam jumlah banyak atau berolahraga saat cuaca panas, maka jumlah asupan air yang dibutuhkan tentu lebih banyak daripada rekomendasi tersebut.

3. Rekomendasi asupan air setelah berolahraga

Jangan lupa menimbang berat badan setelah olahraga untuk mengetahui jumlah berat yang hilang berdasarkan selisih dengan berat badan sebelum olahraga. Anda harus menggantikan setiap 0,5 kg berat badan yang hilang dengan asupan air sebanyak 450 hingga 500 ml (setara dengan 2 gelas). Hal ini wajib dilakukan karena penurunan berat badan sesaat setelah olahraga terjadi akibat cairan tubuh berkurang.

Selain mengonsumsi air mineral sejuk berdasarkan panduan tersebut, beberapa faktor ini juga turut memengaruhi kebutuhan hidrasi tubuh ketika berolahraga:

  • Jenis olahraga: Olahraga intensitas tinggi cenderung membuat tubuh membutuhkan lebih banyak asupan air, contohnya lari, High Intensity Interval Training (HIIT), hyrox, dan crossfit.

  • Durasi olahraga: semakin lama durasi olahraga, maka semakin banyak pula cairan tubuh yang hilang dan harus lekas digantikan supaya membuat tubuh tetap terhidrasi.

  • Cuaca: berolahraga saat cuaca panas membuat tubuh butuh asupan air lebih banyak, terutama jika olahraga dilakukan di luar ruangan.

  • Kondisi fisik pribadi: orang-orang yang punya kecenderungan mudah berkeringat tentu membutuhkan asupan air lebih banyak sewaktu berolahraga agar cairan tubuh yang hilang segera terganti.


AQUVIVA Siap Dukung Hidrasi Tubuh saat Berolahraga

Kini, Anda tak perlu khawatir dengan risiko dehidrasi karena berolahraga karena AQUVIVA hadir sebagai pilihan air minum praktis untuk olahraga dengan berbagai ukuran sesuai kebutuhan, yaitu 250ml, 700ml, dan 1,6L. Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi AQUVIVA menghasilkan kemurnian optimal dengan mineral alami seimbang yang baik bagi tubuh.

Konsumsi 3 botol air mineral AQUVIVA 700 ml setara dengan 2 liter untuk menjaga hidrasi tubuh dan mendukung 1 hari penuh kesegaran dan kesejukan. Kekhawatiran terhadap risiko dehidrasi tak akan terjadi lagi dengan konsumsi AQUVIVA sebelum, saat, dan setelah berolahraga.

Referensi:

[1] Indonesia Data (2024)

[2] Johns Hopkins Medicine (2026)

[3] Better Health Channel (2022)

Jangan Tunggu Haus! Panduan Minum Air yang Benar saat Berolahraga