Artikel

Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh saat Sakit dan Cara Melakukannya

4 Menit Baca
Bagikan
WhatsAppFacebookX (Twitter)
Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh saat Sakit dan Cara Melakukannya

Minum obat tentu jadi langkah penanganan pertama yang dilakukan setiap orang ketika sakit. Selain minum obat, sebenarnya banyak hal lain yang esensial untuk memulihkan tubuh dari penyakit, salah satunya yaitu menjaga cairan tubuh. Hidrasi saat sakit bukan sekadar tentang mengatasi rasa haus, melainkan berkaitan erat dengan upaya meningkatkan daya tahan tubuh.  

Tubuh Rentan Dehidrasi saat Sakit? Ini Alasannya!

Kondisi tubuh yang lebih rentan dehidrasi ketika sakit bukanlah mitos. Risiko dehidrasi saat sakit cenderung meningkat karena dipengaruhi dua faktor [1], yaitu:

  • Peningkatan jumlah cairan yang keluar dari tubuh, akibat demam tinggi, muntah, keringat berlebihan, atau diare.
  • Penurunan asupan cairan bagi tubuh karena rasa mual, sakit tenggorokan, nafsu makan hilang, atau sensasi tidak nyaman di badan.
  • Padahal, hidrasi saat sakit sangat penting karena berfungsi mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh[2]. Jika tubuh memperoleh asupan air yang cukup, maka peredaran sel darah putih semakin efisien, proses pembuangan racun berlangsung lancar, dan tubuh memperoleh suplai oksigen yang cukup sehingga sistem imun tubuh meningkat.
Saatnya Cermat Mengenal Tanda Tubuh Kekurangan Cairan saat Sakit

Tubuh kekurangan cairan saat sakit menunjukkan gejala-gejala yang nyaris sama dengan dehidrasi pada orang sehat[3], meliputi:

  • Merasa haus dan bibir kering.
  • Kulit juga kering dan elastisitasnya berkurang drastis.
  • Tubuh lemas dan gampang lelah sehingga sulit beraktivitas.
  • Tidak ada air mata ketika menangis.
  • Susah fokus, pusing, dan kebingungan.
  • Jantung berdenyut lebih cepat dibandingkan kondisi normal.
  • Frekuensi buang air kecil berkurang disertai kondisi urine berwarna kuning pekat.
  • Frekuensi muntah (jika ada) juga berkurang tetapi mual dan sensasi ingin muntah tetap ada.
  • Demam terus-menerus karena suhu tubuh yang tinggi tak kunjung turun.
  • Kehilangan kesadaran (pingsan) akibat berkurangnya aliran serta tekanan darah ke otak dan jantung.
Cara Ampuh nan Sederhana Memenuhi Kebutuhan Cairan di Masa Pemulihan

Upaya menjaga cairan tubuh saat sakit agar proses pemulihan berlangsung cepat bisa diwujudkan melalui beberapa langkah sederhana ini [4]:

  • Ciptakan Rutinitas Minum Air Secara Konsisten

Salah satu cara efektif mengoptimalkan hidrasi saat sakit adalah menciptakan rutinitas minum air yang baru. Kalau selama ini rutinitas yang sibuk membuat Anda kerap lupa minum air, berarti sudah waktunya mengubah kebiasaan lama tersebut supaya tubuh senantiasa terhidrasi. 

Mulailah membiasakan diri untuk minum air ketika baru bangun tidur, sebelum dan sesudah makan, ketika melakukan aktivitas fisik atau olahraga (sebelum, saat, dan sesudah), serta 1 hingga 2 jam sebelum tidur. Pertahankan kebiasaan baik ini ketika sudah sembuh dan kembali ke rutinitas semula.

  • Batasi Konsumsi Makanan yang Kandungan Garamnya Tinggi

Sifat osmosis garam membuatnya menarik banyak cairan tubuh ketika dikonsumsi secara berlebihan. Hal tersebut terjadi jika kadar natrium dalam darah terbilang tinggi hingga memaksa air keluar dari sel dan jaringan tubuh. Alhasil, ginjal bekerja ekstra keras dalam menyaring darah supaya kelebihan natrium bisa lekas dikeluarkan dari tubuh melalui urine. 

Kalau produksi urine dalam jumlah banyak tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, maka risiko dehidrasi pun tak dapat dihindari. Oleh karena itu, hidrasi saat sakit wajib dikombinasikan dengan pembatasan asupan garam sehingga keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.

  • Siapkan Air Mineral Sejuk Sebagai Asupan Cairan Utama

Air mineral adalah asupan terbaik untuk menjaga cairan tubuh saat sakit. Maka dari itu, Anda harus senantiasa menyiapkan air mineral sejuk yang berkualitas supaya tubuh terhidrasi dan proses pemulihan berlangsung optimal. Untungnya, kini ada AQUVIVA yang siap membantu Anda memaksimalkan hidrasi tubuh setiap saat, terutama ketika sakit.

Produk air mineral sejuk ini melalui 7 Tahap Nano Purifikasi yang menghasilkan kemurnian optimal dengan mineral seimbang yang baik untuk tubuh. Lebih hebatnya lagi, air mineral AQUVIVA juga tersedia dalam 3 ukuran kemasan yang bebas dipilih sesuai kebutuhan, yaitu 250 ml, 700 ml, dan 1,6L. 

Untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian secara praktis, ikuti prinsip 3-2-1 ala AQUVIVA. Hadir dengan kemasan 700 ml yang memberikan tambahan volume dalam setiap botol, AQUVIVA membantu Anda memenuhi kebutuhan cairan harian dengan lebih mudah. Karena itu, cukup konsumsi 3 botol AQUVIVA 700 ml setara 2 liter untuk 1 hari penuh kesejukan. 

  • Pasang Aplikasi Pengingat Minum Air

Tubuh yang sedang tidak nyaman karena sakit memang membuat Anda butuh lebih banyak waktu istirahat agar lekas pulih. Namun, jangan sampai waktu tidur tersebut membuat tubuh kekurangan cairan. Alangkah lebih baik jika Anda memasang aplikasi pengingat minum air yang akan memunculkan notifikasi pada waktu tertentu. Dengan demikian, hidrasi saat sakit tetap terpenuhi secara optimal karena Anda konsisten mengonsumsi air mineral di sela-sela waktu istirahat.

Mulai sekarang, jangan biarkan sakit berkepanjangan mengganggu kelancaran aktivitas Anda. Penuhi kebutuhan cairan tubuh, istirahat cukup, minum obat sesuai anjuran dokter, dan konsumsi makanan bernutrisi seimbang agar lekas pulih seperti sedia kala.


Referensi:

[1] Canada Digestive Health Foundation (2022)

[2] Journal of The Association of Physicians of India (JAPI) (2024)

[3] Cleveland Clinic (2023)

[4] Yale New Haven Health (2024)

Pentingnya Menjaga Cairan Tubuh saat Sakit dan Cara Melakukannya